Implementasi Terapi Distraksi Audio Modern (Digital Sound Therapy) untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Pasca Operasi
Nyeri pasca operasi merupakan salah satu masalah utama yang sering dialami pasien setelah tindakan pembedahan. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat menghambat proses penyembuhan, mengganggu mobilisasi, menurunkan kualitas tidur, serta meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan nyeri yang efektif, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis.
Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi distraksi audio modern atau digital sound therapy. Terapi ini memanfaatkan media audio seperti musik relaksasi, suara alam, white noise, dan guided meditation untuk mengalihkan perhatian pasien dari nyeri serta memberikan efek relaksasi. Mekanisme kerja terapi ini melibatkan stimulasi otak, penurunan hormon stres, serta peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam menurunkan persepsi nyeri.
Implementasi terapi dilakukan dengan memperdengarkan audio relaksasi selama 10 menit menggunakan perangkat seperti handphone dan headset, biasanya diberikan sekitar 4 jam setelah operasi saat efek anestesi mulai berkurang. Setelah intervensi, dilakukan evaluasi menggunakan skala nyeri untuk menilai efektivitas terapi.
Hasil penerapan menunjukkan bahwa terapi distraksi audio modern efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan kenyamanan pasien, serta membantu memperbaiki kualitas istirahat. Selain itu, terapi ini memiliki keunggulan karena bersifat non invasif, aman, mudah diterapkan, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien.
Dengan demikian, digital sound therapy dapat menjadi alternatif intervensi yang efektif dalam manajemen nyeri pasca operasi dan dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Penulis :
Sri Purwanti Ariani, S.Kep., Ns., M.Kep
Ernawati, S.Kep., Ns., M.Kep
Yuhansyah, S.Kep., Ns., M.Kep
Rapika
Editor:
Sulthon Ibrahim, S.S., M.M



