Teologi Perjanjian Lama: Allah, Perjanjian, dan Harapan Umat-Nya
Mengapa gereja modern begitu cangung membaca Perjanjian Lama? Banyak yang melihatnya sebagai kitab yang kejam, membosankan, dan penuh perang. Akibatnya, 77% Alkitab menjadi terra incognita – wilayah yang tidak dikenal.
Buku ini mengajak para pembaca kembali membaca Perjanjian Lama dengan metode Tiga Lensa – Isu Teologis, Konteks Dekat, dan Lintas Zaman – Yaudi Santos Santoso menuntun Anda menelusuri benang merah teologis Perjanjian Lama: Dari Allah yang kudus dan setia, manusia sebagai gambar dan rupa Allah (Tselem Elohim) yang retak, hingga drama besar Perjanjian, darah pendamaian, kemualiaan yang berdiam, teriakan nabi akan keadilan, pergumulan hikmat di tengah kesia-sian hidup, dan janji Mesias yang mengikat semuanya.
Ini bukan buku tentang cerita-cerita moral. Ini adalah buku tentang satu Kisah – kisah tentang Allah yang dengan keras kepala mengikatkan diri-Nya kepada manusia yang gagal, dan tidak pernah melepaskannya. Wajib dibaca bagi mahasiswa teologi, pendeta, guru Sekolah Minggu, dan setiap orang percaya yang rindu membaca Perjanjian Lama dengan hati yang berkobar-kobar kembali.
Penulis: Yaudi Santos Santoso



