Pendidikan Anak Tunanetra
Dalam dunia pendidikan inklusif yang semakin maju, memahami hakikat ketunanetraan bukan lagi sekadar medis, melainkan kunci membuka potensi anak tunanetra untuk mandiri dan berprestasi. Buku ini mengupas tuntas perjalanan dari buta total hingga low vision, dari deteksi dini melalui tes Snellen hingga strategi pengajaran Braille, multi-sensori, dan audio book, mencakup konsep dasar ketunanetraan (ketajaman penglihatan 20/200 atau lapang pandang <20 derajat), faktor penyebab seperti genetik endogen, rubella prenatal, trauma kelahiran neonatal, kekurangan vitamin A postnatal, serta dampak pada kognitif (keterbatasan pengalaman ruang), akademik (membaca-menulis alternatif), sosial-emosional (kesulitan meniru perilaku non-verbal), dan perilaku stereotip seperti menggoyang badan atau menekan mata.
Prinsip pengajaran menekankan individualisasi (PPI program pengembangan individual), kekonkritan, multi-indera (rabaan-auditori), orientasi mobilitas (tongkat putih, cane training), dengan tujuan holistik: kemandirian ADL aktivitas sehari-hari, integrasi sosial, vokasional, dan pencegahan isolasi; khusus low vision optimalisasi sisa penglihatan via kontras cahaya/warna, model 3D taktil, sementara totally blind fokus kompensasi non-visual, aspek psikologis motivasi serta harga diri. Buku ini menjadi panduan praktis bagi pendidik, orang tua, dan masyarakat ciptakan lingkungan inklusif bebas stigma, menggunakan media Braille, screen reader, serta dukungan keluarga-sekolah-masyarakat untuk memberdayakan anak tunanetra mencapai potensi maksimal
Penulis :
Rini Lestari, M.Pd
Dr. H. Syamsuddin, M.Si
Suci Rahmawati
Editor:
Sulthon Ibrahim, S.S., M.M



