Filsafat Pendidikan
Mengapa pendidikan inklusif sering gagal meski sudah ada regulasi? Buku ini membongkar akar filosofisnya, mengkritik paradigma klasik Plato dan Aristoteles yang mengeksiskan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Dimulai dengan pengenalan filsafat inklusif yang mencakup ontologi keberagaman manusia, diikuti tinjauan historis pergeseran paradigma: dari eksklusi Cartesian, institusi segregatif ala Itard-Seguin, normalisasi Nirje, hingga model sosial disabilitas Mike Oliver yang menjadikan barrier lingkungan sebagai musuh utama. Pragmatisme Dewey, eksistensialisme, teori kritis Foucault, dan reinterpretasi Nussbaum atas Aristoteles menjadi fondasi etis untuk transformasi sistem pendidikan, bukan sekadar penempatan ABK di kelas reguler.
Lebih lanjut, buku membahas hubungan kurikulum-pembelajaran yang fleksibel, dengan komponen tujuan, materi, metode, dan evaluasi yang responsif terhadap keunikan ABK, serta peran guru dalam menciptakan komunitas belajar demokratis. Ditujukan bagi pendidik dan peneliti, buku ini bukan hanya teori, melainkan panggilan aksi untuk merevolusi pendidikan menjadi wujud hak asasi manusia yang inklusif dan bermartabat.
Penulis :
Rini Lestari, M.Pd
Prof. Dr. H. Abdul Hadis, M.Pd
Suci Rahmawati
Editor :
Sulthon Ibrahim, S.S., M.M



