0

Sebuah Era dan Kebenaran yang Harus Dipertanyakan

Kategori: Buku | Dilihat: 120 Kali
Harga: -
Kode Produk:
Stok:50
Berat:0.25 Kg
Sejak:06-05-2026

Pemesanan Juga dapat melalui :

Whatsapp SMS Telp
Detail Produk

Buku ini mengajak pembaca menyelami realitas zaman kontemporer yang ditandai dengan munculnya era post-truth, sebuah kondisi ketika kebenaran tidak lagi menjadi rujukan utama dalam kehidupan publik. Melalui metafora “hujan yang tak berhenti”, penulis menggambarkan bagaimana arus informasi, emosi, dan kepentingan perlahan mengaburkan batas antara fakta dan opini, hingga manusia terbiasa menerima sesuatu tanpa mempertanyakannya. Di tengah situasi tersebut, pendidikan ditempatkan sebagai medan perjuangan peradaban. Buku ini menyoroti krisis nalar yang muncul akibat banjir informasi, lemahnya literasi, serta kecenderungan manusia untuk lebih percaya pada narasi yang emosional daripada yang rasional. Pendidikan, yang seharusnya membentuk cara berpikir kritis dan etis, justru sering terjebak dalam logika pragmatis dan administratif.

Penulis kemudian mengurai peran berbagai elemen guru, mahasiswa, sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai penjaga nyala nalar di tengah kebisingan zaman. Guru digambarkan sebagai pelita kecil yang menjaga metode berpikir, sementara mahasiswa diposisikan sebagai agen kesadaran yang tidak boleh netral terhadap kebenaran. Di sisi lain, keluarga dan masyarakat menjadi fondasi awal pembentukan nilai dan etika. Lebih jauh, buku ini menegaskan bahwa literasi adalah benteng terakhir peradaban. Tanpa kemampuan membaca secara kritis dan bertanggung jawab, masyarakat akan mudah terjebak dalam manipulasi informasi dan polarisasi sosial. Dalam konteks ini, teknologi juga dipandang sebagai alat yang ambivalen dapat membebaskan sekaligus menyesatkan tergantung pada kesadaran moral penggunanya. Pada akhirnya, buku ini menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar sistem, melainkan gerakan moral dan intelektual yang hidup dalam tindakan-tindakan kecil namun konsisten. Harapan tetap ada selama masih ada manusia yang memilih belajar dengan jujur, berpikir dengan kritis, dan bertindak dengan tanggung jawab. Di tengah “hujan” yang tak kunjung reda, pendidikan menjadi upaya sunyi untuk menjaga arah peradaban agar tidak kehilangan makna.

 

Penulis : Aco Hi Samad, S.S

Editor :
Sulthon Ibrahim, S.S., M.M

Apdoni Tukang, S.S

Produk Terkait
Butuh Bantuan?